Sekarang, dipenghujung bulan ke empat di tahun 2018, entah kenapa pikiranku melayang tak tentu arah, merasakan ada sesuatu yang hilang dalam diriku, aku kembali mengingat-ingat semuanya namun tetap saja fikiranku seakan terhalang dinding pembatas/tembok besar yang kokoh, ada sebersit rasa kerinduan yang tiba-tiba mnyeruak dan jelas terasa di dalam dadaku, aku ingin menceritakan perasaan ini kepada orang-orang di dunia tanpa wujud sana, akan tetapi aku bingung harus melangkah kemana dan memulai darimana? aku seakan-akan hilang arah, ada apa denganku? apakah ini hidupku yang sebenarnya? Mybe yes, Mybe no? aku justru tidak tahu, benar-benar tidak tahu.
Perlahan aku bangkit lalu menjalankan jari-jariku di alam dunia sunyi, hampa tanpa wujud dan tak terlihat satupun makhluk di dalamnya, tetapi begitu berisik, penuh, dan sesak di dunia itu setiap harinya, yaap, itulah yang di sebut orang-orang sebagai Dunia Maya.
Setiap hari aku menyaksikan semua hal kejadian di dunia itu, dari kejadian sedih, bahagia, dan lain-lain semua numpuk jadi satu disana, jujur, aku tak ingin membicarakannya lagi. Aku kembali melanjutkan perjalananku tanpa ada yang menghalangi dan menghambat perjalananku terkecuali rambu-rambu jalan yang tiba-tiba berubah tanpa kompromi, dari (4G↔3G↔2G↔EDGE↔X.hilang).
Itu semua tetap tidak menyurutkan semangatku untuk menjelajahi dunia yang begitu membosankan bagiku dan menyenangkan bagi sebagian orang, hingga tanpa sengaja aku melihat sebuah rumah tua, yaa, rumah yang sudah cukup tua dan begitu menarik perhatianku, ada perasaan aneh dan ingin tahu yang begitu besar ketika ku melihatnya, aku bergegas mendekati rumah tua tersebut lalu perlahan memasuki halamannya, begitu benyak tumbuhan liar tak terurus yang sedikit menghambat langkahku, akhirnya aku sampai diteras rumah tua itu dan perlahan aku menaiki lantai teras rumah, jelas sekali terlihat lantainya begitu berdebu, aku sempat berfikir, "diluarnya saja seperti ini, apalagi didalam rumahnya?" ini rumah milik siapa yaa? hmmm.. entahlah..?.
Rasa penasaranku semakin menggila, aku seperti mengenali rumah tua ini tapi entah di mana sesampai di depan pintu aku mencoba membukanya akan tetapi keinginan ku terhenti, rumah ini terkunci dan aku di haruskan menggunakan kode/kunci (Password) untuk membukanya, padahal aku ingin sekali melihat apa yang ada di dalam rumah tersebut. Aku diam sejenak kembali mengingat-ingat di mana aku meletakkan kuncinya, aku hampir lupa dibuatnya akan tetapi aku terus telusuri di sela-sela pintu dan di sela-sela pikiranku, akhirnya aku menemukannya, aku mengingatnya, bergegas ku membuka pintu itu dan benar saja di dalamnya terlihat gelap hanya ada beberapa perabotan-perabotan sederhana tak terurus dan setiap sisi rumah banyak sekali sarang widget dan link-link yang sudah mati, perlahan aku telusuri setiap ruangan yang ada dirumah tua ini dan ada satu tempat/ruangan di rumah itu yang begitu menarik perhatianku, apakah sobat ingin tahu?
Oke, aku kasih tahu, ada suatu tempat/ruangan yang lebih pantas disebut sebagai ruang menulis di dalam rumah tua ini, ada pertanyaan di fikiranku "siapa yang biasa menulis disini ya?" aku melihat ada beberapa lembar kertas yang berisi tulisan-tulisan lama dari orang yang pernah ada dan bermain disini, kertas yang begitu berdebu, sangat-sangat berdebu, aku baca tulisan itu satu persatu dan menurutku tulisannya cukup bagus dan mudah di mengerti akan tetapi masih tekesan malu-malu dalam menulis, hmmm...! lucu juga sih.
Aku semakin penasaran dan terhanyut di dalam tulisannya sampai akhir dari tulisan itu sangat jelas tertulis
sebuah karya dan nama yang berasal dari seseorang yang
ku kenal,, di situ tertulis...?
Aku semakin penasaran dan terhanyut di dalam tulisannya sampai akhir dari tulisan itu sangat jelas tertulis
sebuah karya dan nama yang berasal dari seseorang yang
ku kenal,, di situ tertulis...?
Karya: JauHari. apaaa...? ituu...? ituu...? itu kan namaaa...?
Itu kan NAMAKU. Sontak saja aku merasakan sesuatu perasaan pedih dan sedih seperti di tinggalkan oleh orang yang kita sayang, segudang pertanyaan di kepalaku saat itu, apa ini karyaku? apa ini tulisanku? apa ini tempatku biasa menuliskan semua pengalaman hidup dan keluh kesahku? apa ini rumahku? apa ini tempat bermainku dulu? apa ini Blog ku dahulu? kenapa aku begitu tega meninggalkannya? gelap dan tak terurus? sebegitu teganya kah aku? sebegitu jahatnya kah aku? kenapa? kenapa? dan kenapa? apa aku sudah bosan? kenapa aku baru merasakannya sekarang? -_-
Terjawab sudah semua pertanyaan yang bersarang dikepala ku itu dan tak bisa di pungkiri, ini memang karyaku, ini adalah tulisanku, ini rumahku dan inilah blog ku, tempatku biasa menuliskan semua pengalaman hidup dan semua keluh kesahku, namun demikian, Alhamdulillah, aku masih mengingatnya, aku masih mengenalinya, aku masih bisa membuka rumah (Blog) ku ini.
Sudah terlalu lama memang aku tidak mengunjungi dan bermain-main dengan tulisanku di Blog ku ini, seperti sobat lihat ada beberapa postingan terakhirku yang aku posting di blog ini pada tahun 2015 di bulan Mei dan sekarang tahun 2018 di bulan April menuju Mei, kalau di hitung-hitung sudah hampir mendekati 3 tahun aku tidak nge-blog lagi. Waw, lumayan lama juga ya... Padahal dulu aku berfikiran kalau nge-blog itu asyik loh.
Sudah terlalu lama memang aku tidak mengunjungi dan bermain-main dengan tulisanku di Blog ku ini, seperti sobat lihat ada beberapa postingan terakhirku yang aku posting di blog ini pada tahun 2015 di bulan Mei dan sekarang tahun 2018 di bulan April menuju Mei, kalau di hitung-hitung sudah hampir mendekati 3 tahun aku tidak nge-blog lagi. Waw, lumayan lama juga ya... Padahal dulu aku berfikiran kalau nge-blog itu asyik loh.
Baca : Nge-Blog Apa Asyiknya?
Aku ingin kembali menghidupkan rumah tua ku yang gelap dan tak terurus ini, aku ingin mengurus dan membersihkannya, aku ingin menghidupkan kembali Blog sederhana ku, aku ingin menulis di blog ku ini lagi dan aku tak ingin meninggalkan dan menelantarkannya.
Banyak yang sudah aku lewatkan di blog ini, terlambat kusadari bahwa inilah sesuatu yang hilang dari diriku, yaitu hasrat dan semangatku dalam menulis, hasrat dan semangat itu kini timbul lagi tatkala aku membaca kutipan kalimat motivasi tentang menulis, berikut isi kutipannya :
Aku ingin terus menulis, walaupun jasadku sudah tiada, aku ingin abadi, aku ingin abadi melalui tulisanku oleh karena itu aku akan terus berusaha dan bekerja untuk keabadian yaitu menulis. Meskipun aku masih menyadari dari semua tulisanku masih banyak kekurangannya dan aku tidak perduli itu, aku hanya perlu belajar dan belajar lebih giat lagi agar tulisanku lebih bagus lagi, jangan pernah menyerah (Never Give Up) jangan pernah putus asa dan teruslah berusaha serta berdoa untuk jadi yang terbaik, semua memang butuh proses oleh karena itu marilah kita terus bersabar dan bersyukur dengan hidup kita, sambil belajar menghargai dan memahami arti dari sebuah proses.
Mulai sekarang ayo kita menjadi penulis yang bertahan sampai besok, jangan menyerah sampai besok datang karena siapa tahu hal yang kita tunggu-tunggu selama ini akan datang besok.
Inilah sedikit tulisan dan motivasi aku untuk kembali menulis di Blog ku yang sederhana ini, semoga tulisan-tulisanku ke depannya mengandung manfaat dan mengispirasi sobat-sobat bloger semuanya. Aamien.

0 komentar:
Posting Komentar
Peraturan berkomentar di blog ini :
√ Dilarang SPAM.
√ Dilarang Promosi/Iklan.
√ Dilarang berkomentar yang mengandung SARA.
√ Dilarang menautkan link aktif atau link mati kecuali admin.
√ Dilarang menggunakan huruf "Kapital" secara keseluruhan.
√ Dilarang berkomentar menggunakan kata yang tidak senonoh.
√ Jika ingin bertanya silahkan berikan pertanyaan yang jelas agar mudah dijawab oleh admin.
Jika ada beberapa peraturan diatas yang tidak anda patuhi dalam berkomentar otomatis komentar anda tidak akan saya publish di blog ini.